Tas Plastik dari Ubi Buatan Indonesia, Laku di Pasar Dunia

0
1519
pixabay
pixabay

Menyelamatkan laut dengan mengurangi sampah plastik sepertinya sudah didepan mata. Tas plastik yang terbuat dari tanaman singkong dan ubi sudah diproduksi di Indonesia. Sangat aman dan tidak membahayakan lingkungan, bahkan hewan pun bisa memakannya. Hebatnya lagi, dalam 180 hari tas ubi ini bisa musnah tanpa sisa.

Perusahaan Sain Bags yang merupakan joint venture antara PT Saesha Global Trading (Indonesia) dan Enchanted Garden (Oman),  sudah menandatangani MoU dengan Aal Imran Trading, distributor eksklusif Sain Bags di Qatar untuk membuat tas pengganti plastik ini yang diproduksi dan menggunakan teknologi Indonesia . Serta nantinya akan dipasarkan di Qatar.

BACA JUGA :

Pola Makan Seperti Ini Lebih Ramah Lingkungan

Tips Belanja Bulanan yang Lebih Sadar Sampah

Duta Besar Indonesia untuk Qatar, Marsekal Madya (pur) Muhammad Basri Sidehabi, menegaskan bahwa selain menyelamatkan bumi, ia juga mendukung kegiatan ini untuk meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan antara perusahaan Indonesia dengan perusahaan asing.

Perwakilan Aal Imran Trading, Mohammed Maher Dauleh, mengatakan menyelamatkan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Dia mengatakan produk tas ini bisa mengurangi konsumsi plastik di Qatar yang berdampak buruk terhadap lingkungan.

“Jumlah tas plastik digunakan di Qatar. Salah satu swalayan terkemuka di Qatar dan mengonsumsi sekitar lima juta kantong plastik per tahun. Jumlah tersebut sangat besar,” kata Managing Partner Sain Bags, S. Shafiuddin. Selain dipasarkan di Qatar, produk tas plastik alternatif ini juga bakal dimasukkan ke negara-negara Teluk lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here