Bullying, “Budaya” yang Merusak Kesehatan Mental

0
1337
Ilustrasi Bullying. Itjeher.com
Ilustrasi Bullying. Itjeher.com

Beberapa hari ini kasus seorang siswa bernama Audrey yang menjadi korban bullying anak SMA menjadi topik perbincangan panas banyak orang. Kasus bullying atau perundungan ini membuat masyarakat patah hati dan mengkritik berat sang pelaku dan menuntut tindakan tegas dari aparat yang menangani kasus tersebut.

Di luar isu yang sedang beredar, perundungan bukan merupakan hal yang baru, apalagi di kalangan pelajar Indonesia. Sebelum Audrey, ada beragam kasus bullying, entah itu sebagai sebuah bentuk “masa orientasi”, atau cyberbullying.

BACA JUGA:

Diet Okinawa yang Sehat Berasal dari Jepang

Sketsa Rancangan Tangan Karl Lagerfeld Dilelang

Menurut seorang ahli, kisah Audrey sendiri merupakan hal kecil di tengah banyak kasus besar lainnya. Padahal, kebiasaan merundung ini, merupakan salah satu hal yang bisa merusak kesehatan mental seseorang.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh National Academies of Science, Engineering and Medicine menunjukkan 18-31 persen anak memiliki dampak dari perundungan. 7-15 persen anak juga menjadi korban perundungan di dunia maya, atau lebih dikenal dengan cyberbullying, dan jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat.

Perundungan sendiri memiliki efek yang berbeda-beda di tiap anak. Kebiasaan ini bisa menurunkan keinginan seorang anak untuk bersekolah, mengurangi kemungkinan menggapai prestasi, menimbulkan depresi, dan membuat seorang anak menjadi lebih agresif. Perundungan juga dapat memunculkan keinginan bunuh diri pada seseorang.

Maka itu, hal ini tidak lagi bisa dianggap sebelah mata. Karena jika seorang anak yang menjadi korban perundungan tidak ditangani, traumatis dan terganggunya kepribadian dapat merusak masa depan anak tersebut.

Peran orang tua amat penting untuk mencari tahu apakah anak mereka menjadi salah satu korban bully atau tidak. Selain itu, pendidikan dan kasih sayang dari orang tua dan lingkungan keluarga menjadi fondasi penting agar anak tidak menjadi pelaku bullying terhadap orang lain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here