Film Kucumbu Tubuh Indahku akan Tampil di Oscar 2020

0
288

Film ‘Kucumbu Tubuh Indahku’ yang sempat mengalami kontroversi karena menampilkan tema LGBT, berhasil mendapat sorotan positif. Pasalnya, film yang disutradarai Garin Nugroho ini menjadi perwakilan Indonesia ke ajang Academy Awards atau Oscar 2020 melalui kategori International Feature Film atau dulu dikenal sebagai Best Foreign Language Film.

Oscar 2020 sendiri akan digelar di Dolby Theatre Hollywood, Los Angeles, pada tanggal 9 Februari 2020. Dan film ‘Kucumbu Tubuh Indahku’ akan bersaing dengan ‘Parasite’ dari Korea Selatan serta ‘Weathering with You’ dari Jepang.

Film ini termasuk satu dari 42 film yang diseleksi oleh komite bentukan Persatuan Produser Film Indonesia yang dikepalai Firman Bintang. Christine Hakim yang menjabat sebagai Ketua Komite Film Indonesia menambahkan bahwa film itu dipilih karena memiliki paket lengkap.

BACA JUGA :

Komentar Negatif Membuat Kang Daniel Rehat dari Industri K Pop

Indonesia Masuk 10 Besar Miss Universe 2019, Bangga !

“Kami sepakat memilih film Kucumbu Tubuh Indahku karena kami melihat bahwa dari film itu sebagai sebuah karya film lengkap. Film itu bukan hanya bahasa oral dan gambar saja, tapi ada bahasa batin dan rasa,” ujarnya.

Dan tidak hanya itu, pada tanggal 9 Desember 2019 kemarin, film ini juga meraih penghargaan Piala Citra terbanyak dalam Festival Film Indonesia 2019. Yaitu sebanyak 8 trofi termasuk pada kategori Film Panjang dengan Cerita Terbaik, kategori Sutradara Terbaik, dan kategori Aktor Terbaik.

Secara garis besar film ‘Kucumbu Tubuh Indahku’ bercerita tentang penari tradisional lengger bernama Juno (Muhammad Khan). Karakter itu terinspirasi dari penari bernama Rianto, mantan penari lengger yang menjajak level kaliber internasional dan menetap di Tokyo.

Hidup Juno sama sekali tidak mudah, sejak kecil ia mengalami berbagai kejadian yang sangat mengguncang hati dan pikirannya. Belum lagi ia harus nomaden untuk bertahap hidup. Ia kerap dianggap sumber kesialan karena identitasnya sebagai pria gay.

Atas cerita tersebut, film ini mencoba mengangkat tari tradisional lengger di Indonesia yang sangat jarang dan hampir punah. Lalu ceritanya memadukan dengan pengalaman pribadi Juno yang kuat dan mampu bertahan dalam berbagai keadaan.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here