Kantong Plastik dari Singkong yang Menyelamatkan Lingkungan

0
1023
foto : instagram/avanieco. itjeher.com.

Sebuah laporan yang diterbitkan oleh Yayasan Ellen MacArthur tahun 2016 di Cowes, United Kingdom,  memperingatkan bahwa pada tahun 2050 akan ada lebih banyak plastik daripada ikan di laut. Di Indonesia sendiri, gelombang banjir plastik di sungai dan lautan telah menyebabkan masalah selama bertahun-tahun. Saluran air di kota menjadi tersumbat, risiko banjir meningkat. Belum lagi, plastik telah menyebabkan kematian hewan laut yang menelan kemasan plastik.

Oleh sebab itu, pengusaha asal Bali, Kevin Kumala, membuat Avani Eco yang merupakan perusahaan berbasis sains, untuk menciptakan produk biodegradable. Produk yang dibuat menggantikan plastik berbahan dasar petroleum dengan plastik yang berbahan alami. Sehingga mudah terurai.
foto : instagram/avanieco. itjeher.com.

Kevin Kumala mengatakan, gagasan berawal ketika melihat perubahan drastis di pantai dan permukaan laut di Bali yang terdapat banyak sampah plastik. Dari situlah, Kevin bertekad menghasilkan plastik yang praktis dan kuat sekaligus dapat terurai namun tidak berbahaya bagi makhluk hidup.

BACA JUGA :

Menanamkan Gaya Hidup Zero Waste

Ramai-Ramai Ganti Sedotan Yuk !

Ia berhasil membuat kantong yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan, seperti  pati singkong, minyak sayur, dan bahan-bahan lainnya. Sehingga kalau dikubur di tanah akan menjadi kompos. Bahkan, bila mencelupkan tas yang terbuat dari  singkong ke dalam segelas air panas,  tas itu kemudian larut dalam air dan aman bila dimakan oleh hewan laut, mereka tidak lagi tersedak atau tertelan sesuatu yang berbahaya.

Sekitar tiga ton tas yang diproduksi di pabrik per harinya dan dijual di toko-toko dan hotel, terutama di Bali dan seluruh Indonesia, tetapi juga untuk semakin banyak perusahaan di luar negeri yang menaruh minat pada produknya. Kevin mengungkapkan, produk plastik yang telah dibuatnya telah menerima sertifikasi Eropa dan Amerika untuk produk kemasan ramah lingkungan. Harga yang ditawarkan memang relatif lebih tinggi dibandingkan plastik biasa, sekitar Rp200-300 lebih mahal. Namun dirinya optimis ini bisa menjadi solusi untuk mengatasi masalah sampah plastik.

Kunjungi websitenya di www.avanieco.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here