Kembalinya Polkadot di Milan Fashion Week 2019

0
1310

Motif yang satu ini tidak pernah hilang ditelan zaman. Kali ini, beberapa desainer mancanegara menampilkan kembali motif bundar ini di Milan Fashion Week pada koleksi Spring 2019. Istilah Polkadot pertama kali dibuat oleh majalah Amerika, yakni sekitar tahun 1800-an. Motif bitnik-bintik hitam ini berasal dari nama tarian Eropa Timur yang sedang hits kala itu. Kemudian, istilah Polkadot langsung menyebar seperti virus pada revolusi budaya pop.

Koleksi : Dolce & Gabbana. Foto : Instagram. itjeher.com.

Polkadot juga lama kelamaan mengalami perubahan.  Tidak selalu ‘berirama’ 2/4 seperti ketukan musik polka, tetapi lebih bebas dan eksploratif.  Terjadi penggabungan besar kecil ukuran dot dalam sebidang motif, warna dan ragam dot. Contohnya yang dikenakan oleh tokoh kartun Minnie Mouse pada tahun 1940. Meski bukan didesain dengan warna hitam putih, Minnie Mouse kala itu menggunakan polkadot hitam di bajunya yang berwarna merah.

Koleksi : Marni. Foto : Instagram. itjeher.com.

 

BACA JUGA :

Selop Serba Tali di Paris Fashion Week 2019

VOTUM by Sebastian Gunawan Melayani Kebutuhan Pasar Anak Muda

Koleksi Max Mara. Foto : Instagram. itjeher.com.

Sehingga motif bundar ini memang sangat identik dengan nuansa vintage. Begitu juga dengan beberapa desainer asal Milan yang menerapkan koleksi barunya bernafas tahun 1950an. Seperti Dolce & Gabbana membuat gaun cocktail yang pas badan dengan aksen kerah sabrina dan motif polkadot hitam putih berukuran sedang. Marni tampak unik dengan paduan motif bundar kecil dengan print pada gaun selutut.

Koleksi : Moschino. Foto : Instagram. itjeher.com.

Sedangkan rumah mode Max Mara menerapkannya pada blus dan rok panjang yang diberi aksen kerah serta kantong. Istimewanya, kerudung yang menyerupai hijab juga melengkapi penampilan tren polkadot ini. Dan Moschino membuatnya pada gaun girly yang ramai warna.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here