Kain Wastra Indonesia di Hong Kong Fashion Week 2017

0
827

Batik kembali mewarnai dunia mode mancanegara. Kali ini di Hong Kong Fashion Week (HKFW) yang pada tanggal 10 Juli 2017 kemarin, diramaikan oleh keterlibatan label Neusa yang berada dalam Argo Apparel Group sebagai perusahaan ritel  Indonesia. Neusa yang diambil dari kata “Nusa” yang artinya kepulauan, berkomitmen untuk memberikan koleksi tanah air yang berkualitas dan mengolah kain wastra menjadi sebuah rancangan yang modern.

Bekerjama dengan rumah mode batik kontemporer, PURANA, Neusa menghadirkan kolaborasi terbaru capsule collection 2017 yang berjudul “KALA”. Dan pada tampilan pertama kalinya di HKFW ini,  diperuntukkan bagi para globetrotter. “Kala yang artinya seni atau waktu, menjadi cerminan para Neusa women yang selalu mengapresiasi tradisi sarat seni di setiap waktu yang dimilikinya. Kultur baginya bukan hal yang kuno tapi justru esensi otentik untuk menciptakan style statement yang personal,”  ungkap Melinda Babyanna, CEO Argo Apparel Group.

Siluet loose dan rileks dihadirkan dengan aksentuasi belt panjang untuk memberikan pilihan gaya yang berbeda-beda. Beberapa koleksi memiliki esensi multistyling yang memberikan keleluasaan. Palet earth color dibubuhi dominasi hitam, putih dan sebaris merah, menyuguhkan nuansa netral yang modern dan kondusif dengan kebutuhan globetrotter yang serba praktis dan efisien dalam bergaya.  Gaya modest wear yang edgy juga ditampikan dengan padu padan menarik. Penggunaan bahan linen dan batik cap yang diproses di atas kain tenun Pekalongan dengan batik motif geometris ini memberi kesan yang unik dan berbeda.  “Salah satu alasan mengapa PURANA menciptakan motif batik yang sangat simpel adalah agar lebih mudah diterima di dunia internasional,“ jelas Nonita Respati, Creative Director PURANA.

 

Keseluruhan proses batik (menggambar pola di atas kain dan mewarnainya dengan tangan) dikerjakan di Jawa Tengah, pusat industri Batik Indonesia. “ Cultural heritage ini yang tetap ingin dipertahankan oleh Neusa dan PURANA sehingga sangat krusial kerjasama dengan artisan batik lokal. Tangan mereka sangat penting untuk menghasilkan atribut fashion yang memiliki esensi seni,”  tambah Nonita.

Melinda Babyana juga menambahkan bahwa kain wastra Indonesia yang diolah menjadi busana siap pakai seperti Neusa by PURANA ini pasti dapat bersaing dengan pasar global yang kompetitif.  “ Saya optimis di HKFW ini menjadi awal yang baik untuk Neusa agar terus mengembangkan tradisi Indonesia lewat kain wastra yang bisa dinikmati oleh semua kalangan baik pasar lokal maupun internasional. Dan untuk mendapatkan koleksi terbaru ini bisa membelinya melalui Made-ind.com, ” ungkapnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here