Jakarta Fashion Week 2018 Lebih Ramah Lingkungan

0
1268

Pagelaran mode bergengsi tanah air, Jakarta Fashion Week 2018 kembali di gelar di Senayan City, Jakarta, sejak tanggal 21 hingga 27 Oktober 2017. Salah satu yang unik di pagelaran kali ini adalah peragaan busana dari Grazia Glitz n Glam yang bekerjasama dengan organisasi lingkungan, Avani, meluncurkan kampanye ‘I AM NOT PLASTIC” yang menggunakan bahan bio-plastik pada rangkaian koleksi yang ditampilkan.

koleksi : KLE
Koleksi : Purana

“Dengan gerakan ini kami berharap industri mode di Indonesia lebih ramah lingkungan,” ujar Tenik Hartono, kepala editor Majalah Grazia. Dengan menggandeng tiga desainer lokal, yakni Nonita Respati dengan label PURANA, Kleting untuk label KLE, dan Carline Darjanto dari Cotton Ink, mereka menyulap bahan bio-plastik menjadi jaket, celana, rok dan aksesori lainnya. Tak hanya untuk busana, Avani juga memberikan bio-box yang terbuat dari ampas tebu dan dijadikan tas oleh Cotton Ink.

Persiapan pembuatan busana dari bahan yang unik ini dimulai dari Juli 2017. Para desainer harus mencoba berulang kali agar pakaian dan aksesori dari bahan bio-plastik ini kokoh dan nyaman dikenakan. Tantangannya disini, desainer memiliki kesulitan dalam mengolahnya, seperti bahan sulit dijahit, tangan tidak boleh berkeringat, dan teksturnya sangat lembut. “Bahan ini tidak bisa disetrika dan di-steam. Jadi harus digantung dan tak boleh dilipat,” ujar Carline.

Koleksi ” Cotton Ink

Avani membuat bahan bio-plastik dari pati singkong yang dapat larut di air. Pendiri Avani, Kevin Kumala mengatakan di Eropa sejak tahun 1990 sudah ada yang menggunakan jagung dan serat bunga matahari sebagai bahan baku pembuatan busana. Hanya saja, bahan baku tersebut mahal. “Di Indonesia, singkong bisa menjadi sumber untuk produk ramah lingkungan,” ujarnya.

Kevin menekankan pentingnya busana yang ramah lingkungan karena limbah dari busana yang sudah tidak dipakai semakin meningkat setiap tahunnya. Dia mencontohkan, untuk membuat satu lembar kaos berbahan katun membutuhkan 8.000 liter air. Dengan kampanye ini, dia berharap semua pihak meningkatkan kesadaran di industri mode termasuk mengenai masalah lingkungan yang dihasilkannya.

Selain itu, Grazia Glitz n Glam juga menampilkan rancangan busana dari aktris terkenal, Luna Maya, yang berkolaborasi dengan Hartono Gan. Terinspirasi dari penyanyi mancanegara Beyonce, koleksi ready to wear yang dikenakan oleh Mikha Tambayong, Elvira Devinamira, Jennifer Bachdim, Patricia Gouw dan Millane Fernandez tampak wearable dan glamor.  Tak kalah menarik, desainer Rinda Salmun juga mengisi kemeriahan acara lewat koleksi Asymmetrical edgy dengan mengambil tema dari film Desperately Seeking Susan yang dimainkan oleh Madonna.

Koleksi : Riinda Salmun
Koleksi : Luna Maya

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here