Dibalik Nama Jalan Daerah Wisata di Indonesia

0
823

Setiap kota wisata di Indonesia punya jalan-jalan terkenal yang wajib dikunjungi. Saat menelusuri kota-kota baru ketika berwisata, rasanya menarik jika tak hanya sekedar berjalan-jalan tapi tahu juga dengan cerita-cerita seputar daerah bersejarah tersebut. Ini dia kisah dibalik tiga jalan terkenal di Bandung, Yogyakarta, dan Bali!

  1. Jalan Dago

Setiap akhir pekan wisatawan memadati semua sudut Jalan Dago yang terletak di pusat kota Bandung. Kawasan ini memang diramaikan oleh berbagai Factory Outlet yang jadi khasnya kota Bandung, tempat makan, taman hingga sekolah. Dago bukanlah nama resmi jalan ini, nama sebenarnya adalah Jalan Ir. H. Djuanda, seperti nama pahlawan perempuan Indonesia. Tak seperti sekarang, Daerah Dago di zaman dahulu adalah hutan belantara luas dan Jalan Dago adalah akses satu-satunya untuk berangkat ke pusat kota. Petani yang berasal dari Lembang pun terpaksa menggunakan jalanan ini, tapi karena tidak berani berjalan sendirian mereka selalu berjalan berkelompok dan saling menunggu, atau dalam bahasa Sunda “Silih Ngadagoan”. Jalan itu pun diberi sebutan Jalan Menunggu atau Jalan Dago.

instagram/dagobandung
  1. Malioboro

Belum ke Kota Yogyakarta rasanya jika belum berjalan-jalan di Jalan Malioboro. Terletak diantara Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Tugu Pal Putih, jalanan ini nyaman untuk ditelusuri dengan berjalan kaki atau dengan becak karena trotoarnya yang lebar. ‘Malioboro’ diambil dari nama seorang kolonial Inggris, Marlborough yang pernah tinggal di jalan itu. Selain itu, di masa lalu juga jika Kraton mengadakan acara besar maka jalanan itu akan dipenuhi ‘Malioboro’ yang merupakan bahasa Sansekerta dari Karangan Bunga.

instagram/infoseni
  1. Gang Poppies

Jika berjalan-jalan ke Bali, tentu pernah mengunjungi Gang Poppies yang kecil namun ramai. Walaupun disebut sebagai Gang, jalanan ini muat untuk dilalui dua buah mobil sekaligus dari arah yang berbeda. Tak seperti gang-gang yang terkesan kumuh dan sempit, beberapa penginapan layak berdiri di gang ini. Gang Poppies dulunya hanya disebut sebagai ‘rurung’ yang dalam bahasa Bali berarti gang yang tak selebar jalan umum. Gang Poppies juga biasa disebut gang ‘memedi’ (mahkluk halus) karena dipercaya sering dilewati oleh mahkluk halus. Hingga akhirnya, Sang Ayu Made Cenik Sukeny seorang perempuan Bali membuka warung  Poppies yang sangat terkenal dibantu oleh dua wisatawan bernama George dan Bob. Warung ini jadi usaha yang pertama dibuka di gang ini, sehingga akhirnya membuat nama gang juga diubah menjadi “Poppies” yang diambil dari bunga yang tumbuh di Amerika Serikat.

instagram/h_johns

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here