Budaya Indonesia yang Menginspirasi Perancang Lokal

0
823

Tuhan menciptakan mahakarya berupa Negara yang bernama Indonesia. Dalam kebhinekaannya, terkandung ribuan budaya yang tak pernah habis digali. Bagi perancang mode yang tinggal di Indonesia, memandang budaya yang ada di Indonesia sama dengan memandang bank gagasan yang tak pernah habis. Apa saja bisa dijadikan inspirasi untuk dituangkan dalam bentuk karya. Ini dia tiga budaya yang menginspirasi koleksi mode para perancang lokal !

1.    Borobudur

Jadi destinasi utama para wisatawan yang ingin mengenal budaya Indonesia, candi yang terletak di Magelang Jawa Tengah ini terkenal dengan arsitektur dan misteri pembangunannya. Tak ada yang bisa mengungkap bagaimana caranya menyusun batu dengan sangat presisi untuk dibentuk menjadi candi dalam ukuran besar. Kemegahan itu ditambah dengan dindingnya yang dihiasi relief cerita Mahayana. Bentuk hiasan bunga di salah satu gambarnya lalu menginspirasi Chitra Subyakto dalam koleksi terbaru labelnya SMM Sejauh Mata Memandang. Bunga berbentuk bulat-bulat menjalar di permukaan kain yang kemudian diolah menjadi busana yang sangat Indonesia tapi bernafas kontemporer.

2.    Ondel-ondel

Boneka besar yang memeriahkan jalan maupun sudut gang-gang kecil di perumahan Jakarta ini sudah ada sejak dahulu, dan masih eksis hingga sekarang. Berakar dari kebudayaan Betawi, ondel-ondel awalnya dianggap sebagai simbol mistis leluhur yang senantiasa menjaga anak cucunya atau penduduk di satu desa. Adrian Gan, perancang yang khas dengan rancangan gaun malam yang glamor pun akhirnya tak bisa menolak dari pesona ondel-ondel dan menjadikannya inspirasi bagi koleksi pertamanya yang mengolah wastra nusantara. Warna-warna cerah dari ondel-ondel ini ia gabungkan dengan batik Sogan khas Yogyakarta dan Solo. Rancangannya mencerminkan budaya Indonesia yang ramai tapi tetap selaras dan berada dalam satu harmoni.

3.    Yadnya Kasada

Suku Tengger di sekitar Gunung Bromo, selalu melakukan ritual setiap tanggal 14 sesuai penanggalan Tengger. Ritual Yadnya Kasada dilakukan karena masyarakat suku Tengger percaya bahwa mereka adalah keturunan dari Roro Anteng dan Joko Tengger yang sulit memiliki keturunan. Setelah bertapa, keduanya berjanji pada Dewa jika diberi anak, mereka akan mempersembahkan salah satu anaknya ke kawah Gunung Bromo. Setelah diberi 25 anak, mereka lupa akan janjinya, namun akhirnya salah satu anak bersedia dikorbankan. Agar Dewa tak lagi marah, sejak saat itu Suku Tengger selalu mengirim persembahan hasil bumi ke kawah Bromo.  Kisah ini jadi latar belakang karya Mel  Ahyar merancang busana dengan motif garis-garis yang mewakili desiran angin di gunung Bromo dan luapan gunung Bromo saat menelan sang anak yang berkorban.

Foto : instagram/sejauh_mata_memandang, instagram/adriangan8, instagram/melahyarfirst

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here