Taman Bermain 90-an ala Marchella FP

0
1351

Seorang ojek online tengah mengirimkan pesanan buku bertema nostalgia 90an. Sesampainya di rumah penerima, tak disangka seorang nenek-nenek yang hadir mengambil pesanan tersebut. Penasaran, pria tersebut bertanya “Pesanan siapa bu bukunya? Buat anaknya ya?”, tanpa ragu nenek itu menjawab “Bukan, ini buat saya, saya ingin menceritakan banyak hal menarik yang bisa ditemukan pada jaman dahulu kepada cucu-cucu”.

Nenek tersebut adalah salah satu penikmat buku Generasi 90an karya Marchella FP. Berawal dari sebuah tugas akhir kuliah, Marchella berhasil mewujudkan mesin waktu ke era 90an dalam buku setebal 144 halaman. Marchella atau akrab dipanggil Checel, awalnya memiliki ide membuat buku ini saat menuntut ilmu di jurusan Desain Komunikasi Visual.

Melihat begitu majunya teknologi di jaman sekarang, Checel ingin mengembalikan ingatan banyak orang pada hal-hal sederhana di era tersebut yang memberikan kebahagiaan. Bukan asik di depan tablet, anak kecil dapat bercanda tawa di halaman bermain petak umpet dengan teman-teman seumurannya. Tak perlu sibuk lihat film Hollywood, tayangan serial Doraemon saja dapat membuat semua orang betah di depan televisi rumah.

Dari hal sederhana yang dituangkan dalam ilustrasi dan tulisan ini, membuat banyak orang terbuai oleh nostalgia. Tak disangka, kesuksesan Checel menghasilkan sambutan besar dari publik. Kini, Checel berkembang hingga membentuk tim Generasi90an yang bergelut dalam studio kreatif, media, dan ecommerce. Setelah menyelesaikan buku ke-2, Generasi90an juga membuat kolaborasi dengan Si Komo, membuat aplikasi permainan, stiker di Line, rangkaian acara “Mesin Waktu Generasi90an” hingga penjualan merchandise. Tak hanya itu, Generasi90an juga tengah bekerja dalam proses membuat museum digital.

Checel tak memungkiri, pencapaian yang ia dapatkan melewati berbagai kendala yang cukup berat. Dari tolakan berbagai perusahaan cetak, hingga pandangan sebelah mata banyak orang sempat membuat Checel patah semangat. Namun, dukungan dan motivasi dari keluarga membuat dirinya tetap percaya diri dan konsisten akan apa yang ia lakukan. Hingga kini, Checel merasakan banyak dampak positif yang ia rasakan dari nostalgia 90an. Tak hanya karya-karya tentang 90an, banyak juga artis serta seniman 90an yang kembali muncul.

Dalam usianya yang terhitung muda, Checel masih memiliki banyak mimpi. Salah satunya adalah membuat arsip popculture Indonesia dari era 60-an. “Selama masih dikasih waktu dan kesehatan untuk membahagiakan banyak orang, pastinya aku tidak akan berhenti berkarya” tutupnya.

Foto: Dok. Pribadi dan Instagram

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here