Banjir Jakarta : Salah Gue atau Salah Temen Temen Gue

0
937

Banjir jakarta belum bosan merendam jalanan setiap tahunnya. Penyebabnya tentu tak bisa dipatok satu alasan. Penduduk yang bertambah menambah kompleksitas masalah ibukota. Apagi kondisi alam yang makin tergerus sejalan dengan perilaku sebagian warga yang tak kunjung sadar pada kepentingan bersama menjaga kebersihan.

Jika melihat kebelakang, banjir selalu membuat khawatir di tiap masa. Statistik berbagai penelitian tentang volume banjir seakan bergejolak naik dan turun.

Basuki Tjahaja Purnama pernah berkata di tahun 2016 bahwa dengan kemarau panjang, La Nina, dan berlanjut hujan besar bermuara pada kekhawatiran banjir di 2017. Ketika banjir benar-benar datang di 2017, peristiwa yang disebut Sandiaga Uno sebagai akibat dari anomali cuaca ini lalu menjadi panggung bagi para pemerhati untuk saling lempar kesalahan.

Anies sempat berkata banjir di jalan protokol diakibatkan proyek MRT dan LRT. Pernyataan itu diralat setelah ia mendapat laporan bahwa saluran di kedua proyek itu mengalir dengan baik. Di titik banjir lain underpass Dukuh Atas disinyalir penyebab banjir karena kerusakan pompa dan keteledoran pekerja.

Penyebab lainnya adalah 40 persen area Jakarta berada di bawah permukaan air laut, selain itu ada risiko peningkatan muka air laut.

Semua seakan saling berhadapan, dari mulai narasi politik, isu lingkungan hingga gaya hidup masyarakat. Hingga jika ada yang bertanya banjir jakarta sebagai “salah gue? Salah temen-temen gue?” ala Cinta di film Ada Apa dengan Cinta, jawabannya seperti benang kusut sulit diurai. Yang terpenting bukan salah siapa, tapi komitmen penyelesaian masalah yang perlu segera diatasi sebelum benar-benar menenggelamkan ibukota dan seisinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here